Saturday, November 6, 2021

Menangani Tekanan (Tentukan Maksimum Limit Tim - Lihat Besarnya Ember)

Saya berharap bahwa ini tidak ada teori atau frameworknya. Ternyata ada. (ketawa). Lanjutan diskusi tentang tekanan pada saat pekerjaan, ini adalah prinsip yang saya pakai pada saat meneruskan tekanan ke bawah. Saya menyebutnya prinsip Keran dan Ember.

Keran merepresentasikan diri kita, sedangkan ember adalah kapasitas tim mampu tangani. Maka yang bisa kejadian cuma ada dua (+1):

  1. Air meluber karena debit keran yang kenceng dan ember yang kecil.
  2. Air tetep di ember karena keran ngatur debit air yang diteruskan ke ember yang kecil.
  3. Air tetep di ember walaupun keran yang kenceng, namun embernya super besar juga. sehingga tidak jadi masalah.

Itu adalah analogi prinsip yang saya pakai. Menjadi yang ketiga di dalam high performance team. Memberikan kerjaan sebanyak-banyaknya ke tim yang super keren. Ketidakmampuan memanfaatkan kapasitas tim akan menjadi borok bahwa kita bukan keran yang baik. Menjadi yang kedua adalah yang saya lakukan ketika melihat kapasitas tim yang terbatas.

Yang dihindari adalah menjadi yang pertama. Karena ini tidak ada gunanya bahkan cenderung persepsi negatif karena tim tidak menganggap kita delegator yang baik. Air yang tumpah mau tidak mau kita harus pungut lagi dan masukin lagi ke toren, konyolnya kita keluarin lagi dan tumpah lagi dari ember.

Ada yang menarik dari sesi yang dilakukan di BTPN Sharia Agile 101 kemarin. Pada saat diskusi tentang WIP.

Work in progress (WIP) limits restrict the maximum number of work items in the workflow's different stages (kanban board columns). They can be defined per person, per work stages/type, or for the entire work system. Implementing WIP limits allows you to complete single work items faster by ensuring your team focuses on finishing current tasks before starting new ones. 

Most importantly, by applying WIP limits, your team has the opportunity of locating bottlenecks in their working processes before they become blockers.

Yang disebut WIP limit di atas, adalah kita tahu berapa maksimal debit keran. Jadi ternyata dengan sedikit membaca, kita bisa tahu ada teori/framework yang bisa memecahkan masalah kita :)

Tertawa.

Di tulisan berikutnya insyaa allah akan share pengalaman tentang ember pecah ini.




No comments:

Post a Comment

Mengajak Tim untuk "Kelihatan"

Beda toko yang punya etalase dan yang ga punya etalase. Toko yang ga punya etalase biasanya: 1. Memang produknya ga sembarang, ga perlu woro...