Tuesday, February 15, 2022

Duh, Maaf. Saya tidak Mengingat Namanya

Lanjutan dari postingan sebelumnya tentang maintain network, mengelola jaringan sosial pertemanan, lantas teringat atas pengalaman pertama saya memberi kepada seseorang, setahu saya tidak ada tujuan waktu itu. Hanya berpikir mengapa tidak diberikan kepada orang tersebut.

Jadi ini di saat 2005, kerja intern atau magang di GE Consumer Finance Indonesia (GEFI) di BRI II lt 26 waktu itu. Atmosfer pertama menghadapi dunia kerja. Maka obstacle pertama bukanlah ke supervisor kita, ke peer kita, atau kolega kita lainnya. Tantangan pertama justru dari petugas keamanan (satpam/security). Begitulah. Semua petugas security, mulai dari screening awal di samping halte sebelum masuk area gedung karena pada saat itu masih hangat isu terorisme, dan kawasan ini banyak tenaga expat. Petugas bermuka masam - buat yang tidak mereka kenal. Kemudian berlanjut ke petugas keamanan ketika masuk gedung, menukar kartu identitas dengan kartu pengunjung. Kemudian berlanjut lagi ke petugas keamanan di lantai 26, menukar kartu pengunjung gedung ke kartu pengunjung kantor.

Nah, ceritanya waktu itu kakak bekerja di GKBI, gedung sebelah. Diundang kakak untuk main ke cubicle-nya, sebelumnya sudah pernah main ke tempat kakak waktu itu cuma mengoperasikan komputer saja. Pada waktu selesai, diberikan kakak seplastik apel. Dan tidak terpikir untuk dibawa pulang ke kontrakan waktu itu, dan tipe saya tidak suka membawa banyak tentengan, maka ingin memberikan apel ini ke orang lain. Dan, random thinking apel ini saya berikan ke Satpam GEFI yang paling pendiam dan terkesan galak, menurut saya. Oh iya saya pernah ditegur karena meninggalkan handphone pada saat ke toilet, ditegur supaya jangan teledor meninggalkan benda penting di meja kerja karena pernah ada kejadian kehilangan dan tidak ada perangkat CCTV yang pas pada saat kejadian itu terjadi.

Well, terima kasih seperti biasa. Saya juga (sepertinya) tidak ada harapan berlebih, cuma memberikan hadiah saja dan itu juga bukan barang yang saya beli, hadiah dari kakak saya. Namun demikian dampaknya drastis. Welcoming, ramah, sambutan hangat ketika masuk kerja di hari berikutnya pas giliran beliau bertugas.

Terus terang tidak berharap, namun demikian karena petugas keamanan lah yang kita temui sebelum bekerja, dan ketika disambut hangat, seketika mood hari tersebut siap untuk melalui hari yang berat hingga jam 5 sore jam pulang magang.

No comments:

Post a Comment

Mengajak Tim untuk "Kelihatan"

Beda toko yang punya etalase dan yang ga punya etalase. Toko yang ga punya etalase biasanya: 1. Memang produknya ga sembarang, ga perlu woro...